Ini Alasan Garuda Indonesia Tidak Naikkan Harga Tiket

- Minggu, 14 Agustus 2022 | 15:57 WIB
Ini Alasan Garuda Indonesia Tidak Naikkan Harga Tiket (NET)
Ini Alasan Garuda Indonesia Tidak Naikkan Harga Tiket (NET)

ACEHNOMICS.COM - Walau Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menerbitkan Keputusan Menteri Perhubungan yang mengatur maskapai penerbangan dapat menaikan harga tiket maksimal 15 persen dikarenakan kenaikan harga bahan bak ar, tetapi Garuda Indonesia tidak akan menaikkan harga tiket pesawat kelas ekonomi domestik

Baca Juga: Banjir Bandang di Kota Wisata Pengzhou China Tewaskan Tujuh Orang

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra dalam keterangannya pada wartawan di Jakarta, Jumat, mengatakan telah mengulas dan mempertimbangkan untuk tidak menaikkan harga tiket pesawat melihat tren harga avtur yang mulai menurun. “Sekarang kami lagi review, ini kelihatannya harga avtur menurun. Kan tidak adil dong harga avtur menurun, Garuda naikkan karena ada aturan Menteri Perhubungan,” kata Irfan.

Irfan menegaskan Garuda Indonesia berpihak kepada penumpang untuk tidak menaikkan harga tiket. Dia menjelaskan bahwa harga tiket Garuda Indonesia sudah lebih tinggi dibandingkan dengan maskapai lain, sehingga tidak efektif apabila menaikkan lagi harga tiket yang sudah ada.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menerbitkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 142 Tahun 2022 tentang Besaran Biaya Tambahan (Surcharge) Yang Disebabkan Adanya Fluktuasi Bahan Bakar (Fuel Surcharge) Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Dalam surat keputusan tersebut, maskapai bisa menaikkan biaya tambahan untuk pesawat udara jenis jet maksimal 15 persen dari tarif batas atas, dan 25 persen untuk pesawat udara jenis propeller.

Sebelumnya, biaya tambahan pesawat tersebut diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 68 Tahun 2022 tentang Besaran Biaya Tambahann (Fuel Surcharge) Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Baca Juga: Penikam Salman Rushdie Didakwa Percobaan Pembunuhan, Ditahan Tanpa Jaminan

Dalam aturan sebelumnya, biaya tambahan untuk pesawat udara jenis jet maksimal 10 persen dari tarif batas atas, dan untuk pesawat udara jenis propeller maksimal 20 persen dari tarif batas atas.

Halaman:

Editor: Muchsin Fajri

Tags

Terkini

Di Sini Link Download GB Whatsapp Yang Bisa Dipercaya

Jumat, 14 Oktober 2022 | 17:04 WIB

73,15 Persen Subsidi FLPP lewat BTN

Selasa, 16 Agustus 2022 | 16:10 WIB

Ini Alasan Garuda Indonesia Tidak Naikkan Harga Tiket

Minggu, 14 Agustus 2022 | 15:57 WIB

Terpopuler

X